Rabu, 19 Agustus 2015

Ormaba UTM 2015 Memakan Korban Sakit

audiensi antara mahasiswa dengan pihak UTM Spirit Mahasiswa News - Kurangnya koordinasi panitia Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menjatuhkan korban sakit. Kejadian ini membuat PR III menghentikan kegiatan ORMABA yang dilaksanakan pada Rabu (19/8/15). Kejadian ini bermula ketika seorang mahasiswa baru mengalami kejang-kejang di tempat dilaksanakannya ORMABA. Diketahui bahwa gejala tersebut disebabkan penyakit radang otak yang dideritanya. Bukannya mendapat pertolongan secepatnya, Leader Organizer (LO) malah beradu cek-cok dengan sie kesehatan. Saat itu, LO menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit, namun sie kesehatan berkelit agar dibawa ke klinik UTM. Keputusan sie kesehatan tersebut ditengarai akibat kurangnya sarana transportasi yang disediakan panitia. Bahkan upaya mereka untuk meminjam mobil kampus dipersulit dengan regulasi yang rumit. Bachtiar selaku CO Sie kesehatan mengatakan, “Seharusnya pimpinan dan panitia harus paham dengan apa yang kami butuhkan. Meminjam mobil saja tidaklah semudah dengan apa yang saya bayangkan. Saya harus pergi ke BAAK dulu, kemudian disuruh ke PR III. Dan disana pun saya masih ditanya-tanya untuk apa mobilnya, dimana mabanya. Di sisi lain anggota sie kesehatan yang di lapangan berulang-ulang menghubungi saya supaya cepat membawa transportasi,” bebernya penuh kekecewaan. Sementara itu, Boedi Moestiko selaku Pembantu Rektor III yang ditemui secara terpisah mengatakan, “Kita juga kebingungan, mobil belum dibersihkan, dan bahkan mobil saya pun yang saya pinjamkan” kilahnya.(yan/ris)

audiensi antara mahasiswa dengan pihak UTM

Spirit Mahasiswa News - Kurangnya koordinasi panitia Orientasi Mahasiswa Baru (ORMABA) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) telah menjatuhkan korban sakit. Kejadian ini membuat PR III menghentikan kegiatan ORMABA yang dilaksanakan pada Rabu (19/8/15).

Kejadian ini bermula ketika seorang mahasiswa baru mengalami kejang-kejang di tempat dilaksanakannya ORMABA. Diketahui bahwa gejala tersebut disebabkan penyakit radang otak yang dideritanya. Bukannya mendapat pertolongan secepatnya, Leader Organizer (LO) malah beradu cek-cok dengan sie kesehatan. Saat itu, LO menyarankan agar korban segera dirujuk ke rumah sakit, namun sie kesehatan berkelit agar dibawa ke klinik UTM. Keputusan sie kesehatan tersebut ditengarai akibat kurangnya sarana transportasi yang disediakan panitia. Bahkan upaya mereka untuk meminjam mobil kampus dipersulit dengan regulasi yang rumit.

Bachtiar selaku CO Sie kesehatan mengatakan, “Seharusnya pimpinan dan panitia harus paham dengan apa yang kami butuhkan. Meminjam mobil saja tidaklah semudah dengan apa yang saya bayangkan. Saya harus pergi ke BAAK dulu, kemudian disuruh ke PR III. Dan disana pun saya masih ditanya-tanya untuk apa mobilnya, dimana mabanya. Di sisi lain anggota sie kesehatan yang di lapangan berulang-ulang menghubungi saya supaya cepat membawa transportasi,” bebernya penuh kekecewaan.

Sementara itu, Boedi Moestiko selaku Pembantu Rektor III yang ditemui secara terpisah mengatakan, “Kita juga kebingungan, mobil belum dibersihkan, dan bahkan mobil saya pun yang saya pinjamkan” kilahnya.(yan/ris)

Top Ad 728x90