Minggu, 16 Agustus 2015

Kesehatan Bukan Prioritas Utama Dalam Ormaba UTM 2015

kesibukan panitia menagani perserta upacara yang tak sadarkan diri ”Saya tahu, mahasiswa saya itu takut, sehingga pikiran mereka kosong, stres, bahkan sampai lupa makan. Karena itu, saya tidak mau mereka (MABA) dimotivasi dengan hal-hal yang berbau gaya lama yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Saya juga berharap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tau dengan hal itu,” tutur Syarif. Spirit Mahasiswa News- Upacara peringatah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke-70 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) masih diwarnai dengan banyaknya peserta yang sakit. Upacara peringatan HUT-RI yang juga sekaligus menjadi upacara pembukaan program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) ini dilaksanakan di depan gedung Graha Utama UTM senin (17/8/15). Upacara peringatan HUT-RI ke-70 ini dipimpin langsung oleh Syarif, selaku Rektor UTM. Selain mahasiswa baru (MABA), kegiatan ini juga di ikuti oleh jajaran rektorium dan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) UTM. Meskipun dilaksanakan pada pagi hari, masih banyak perserta yang harus dilarikan ke pinggir lapangan upacara karena sakit dan tidak mampu megikuti upacara hingga selesai. Peserta yang sakit kebanyakan adalah mahasiswa baru yang akan mengikuti kegiatan PKKMB UTM yang memang dimulai bertepatan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia. ”Kebanyakan peserta yang sakit itu adalah mahasiswa baru, bahkan jumlahnya sampai puluhan,” terang Putri, salah satu panitia PKKMB. Meskipun pihak kampus UTM telah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Bangkalan dan puskesmas sekitar, tetapi panitia masih terlihat kewalahan dengan banyaknya perserta yang membutuhkan pertolongan medis. Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan adalah sebab utama banyaknya peserta yang sakit. Selain itu menurut Syarif, tekanan mental pada mehasiswa baru juga berdampak besar pada kondisi kesehatan para peserta, terutama mahasiswa baru yang akan menghadapi kegiatan PKKMB UTM. ”Saya tahu, mahasiswa saya itu takut, sehingga pikiran mereka kosong, stres, bahkan sampai lupa makan. Karena itu, saya tidak mau mereka(MABA) dimotivasi dengan hal-hal yang berbau gaya lama yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Saya juga berharap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tau dengan hal itu,” tutur Syarif. Sedangkan menurut Syahru selaku pemimpin upacara, saat ditemui oleh wartawan Spirit Mahasiswa (SM) menerangkan bahwa banyaknya peserta yang sakit disebabkan oleh kegiatan pra-OSPEK yang diselenggarakan oleh BEM sehari sebelum Upacara Peringatan HUT-HUT RI dilaksanakan. ”Saya rasa penyebabnya karena mereka (MABA) kelelahan setelah megikuti acara sesudah Geladi kemarin(16/8), padahal pada saat Geladi mereka baik-baik saja,” kata Syahru.(Mus)

kesibukan panitia menagani perserta upacara yang tak sadarkan diri

”Saya tahu, mahasiswa saya itu takut, sehingga pikiran mereka kosong, stres, bahkan sampai lupa makan. Karena itu, saya tidak mau mereka (MABA) dimotivasi dengan hal-hal yang berbau gaya lama yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Saya juga berharap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tau dengan hal itu,” tutur Syarif.

Spirit Mahasiswa News- Upacara peringatah Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) yang ke-70 di Universitas Trunojoyo Madura (UTM) masih diwarnai dengan banyaknya peserta yang sakit. Upacara peringatan HUT-RI yang juga sekaligus menjadi upacara pembukaan program Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) ini dilaksanakan di depan gedung Graha Utama UTM senin (17/8/15).

Upacara peringatan HUT-RI ke-70 ini dipimpin langsung oleh Syarif, selaku Rektor UTM. Selain mahasiswa baru (MABA), kegiatan ini juga di ikuti oleh jajaran rektorium dan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM) UTM. Meskipun dilaksanakan pada pagi hari, masih banyak perserta yang harus dilarikan ke pinggir lapangan upacara karena sakit dan tidak mampu megikuti upacara hingga selesai. Peserta yang sakit kebanyakan adalah mahasiswa baru yang akan mengikuti kegiatan PKKMB UTM yang memang dimulai bertepatan pada hari kemerdekaan Republik Indonesia. ”Kebanyakan peserta yang sakit itu adalah mahasiswa baru, bahkan jumlahnya sampai puluhan,” terang Putri, salah satu panitia PKKMB.

Meskipun pihak kampus UTM telah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Bangkalan dan puskesmas sekitar, tetapi panitia masih terlihat kewalahan dengan banyaknya perserta yang membutuhkan pertolongan medis. Kurangnya kepedulian mahasiswa terhadap kesehatan adalah sebab utama banyaknya peserta yang sakit. Selain itu menurut Syarif, tekanan mental pada mehasiswa baru juga berdampak besar pada kondisi kesehatan para peserta, terutama mahasiswa baru yang akan menghadapi kegiatan PKKMB UTM. ”Saya tahu, mahasiswa saya itu takut, sehingga pikiran mereka kosong, stres, bahkan sampai lupa makan. Karena itu, saya tidak mau mereka(MABA) dimotivasi dengan hal-hal yang berbau gaya lama yang tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Saya juga berharap BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) tau dengan hal itu,” tutur Syarif.

Sedangkan menurut Syahru selaku pemimpin upacara, saat ditemui oleh wartawan Spirit Mahasiswa (SM) menerangkan bahwa banyaknya peserta yang sakit disebabkan oleh kegiatan pra-OSPEK yang diselenggarakan oleh BEM sehari sebelum Upacara Peringatan HUT-HUT RI dilaksanakan. ”Saya rasa penyebabnya karena mereka (MABA) kelelahan setelah megikuti acara sesudah Geladi kemarin(16/8), padahal pada saat Geladi mereka baik-baik saja,” kata Syahru.(Mus)

Sastra