Jumat, 24 April 2015

Tolak Adi Resmi Menjabat Presma

SAMAKAN PERSEPSI: Mantan Presma Dodik Pranata Wijaya bersama Rektor UTM Muh. Syarif dan Presma terpilih Tolak Adi pada prosesi pelantikan presma di gedung Graha Utama lantai 10, kemarin (24/4).


Kesejahteraan Mahasiswa Masih Terbengkalai

  Spirit Mahasiswa News – Setelah sempat terjadi kekisruhan dalam pemilihan presma (pilpresma) 2015, Rektor Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Muh. Syarif kemarin (24/4) resmi melantik presma terpilih, yakni Tolak Adi untuk memimpin UTM selama masa bakti 2015/2016. Pemilihan yang hanya dipilih dari suara Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) fakultas tanpa melibatkan suara mahasiswa secara keseluruhan itu dimenangkan oleh pasangan nomor urut 1 dengan perolehan suara paling banyak.
  Pemilihan ulang pilpresma itu dilakukan hanya diwakili oleh 7 Gubernur di masing-masing fakultas. Panitia khusus (pansus) yang memiliki wewenang terkait pilpresma tidak berkomentar dengan pemilihan yang hanya dipilih oleh BEM di setiap fakultas tersebut.
  Sementara itu, Rektor UTM Muh. Syarif mengatakan bahwa ke depan kasus sengketa pilpresma dapat diminimalisasi agar tidak terulang lagi. Sebab hal itu dapat berdampak besar pada berbagai aspek. Menurutnya, lingkungan kampus merupakan media tempat mahasiswa belajar untuk kehidupan di masyarakat nanti. ”Jadi seharusnya semua proses dilakukan dengan sebaik mungkin sesuai aturan,” ungkapnya
  Muh Syarif juga menambahkan, ke depan semua badan kelengkapan yang baru terpilih itu mampu menyelesaikan masalah di tengah kalangan mahasiswa. ”Maka dari itu, setelah pelantikan ini, ada satu aktivitas yang betul-betul bisa terlihat. Sehingga untuk periode yang akan datang, tidak akan terjadi lagi konflik demokrasi dan konflik kegiatan mahasiswa. Ke depan semoga bisa melaksanakan pilpresma dengan baik dan dengan mekanisme yang baik pula,” imbuh pria yang pernah menjabat pembantu rektor III itu.
  Sedangkan Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan Budi Mustiko meminta agar semua pihak bisa menerima rangkaian proses panjang pilpresma. Menurutnya, hal itu merupakan jalan terbaik bagi semua. ”Setiap kompetisi pasti ada yang tersingkir, meski akhir proses demokrasi seperti kemarin tidak ada yang menginginkan,” ucapnya.
  Ditambahkan, tugas utama presma dan wapresma baru tidak boleh keluar dari tiga landasan. Pertama, mengenai keorganisasian kemahasiswaan. Kedua, minat dan bakat mahasiswa. Dan terakhir, adalah kesejahteraan mahasiswa. ”Khusus untuk kesejahteraan mahasiswa sejauh ini masih jauh dari kelayakan. Selain itu, banyak masalah-masalah yang tidak beres, terutama berkaitan dengan beasiswa,” ungkapnya.
  Bahkan, pihaknya menyinggung kemerosotan beasiswa Djarum yang beberapa tahun lalu bernilai 9 juta, kini hanya tinggal 3 juta. ”Kesejahteraan mahasiswa sementara ini sangat terbatas, apalagi hanya menerima kesejahteraan dari daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) saja,” akunya. Dikonfirmasi terpisah, Presma terpilih Tolak Adi mengakui bahwa kepercayaan mahasiswa kepada presma saat ini merosot akibat buah insiden pilpresma beberapa waktu lalu.
  Bahkan, dia melihat banyak anggota organisasi mahasiswa yang selama ini kinerjanya mengabaikan tanggung jawab dan sekadar mengejar gelar semata. ”Kepercayaan mahasiswa terhadap presma atau aktivis kampus sudah menurun. Oleh karenanya, hal ini menjadi tanggung jawab untuk mengembalikan citra positif kami,” katanya.
  Saat ditanya perihal strategi dalam mengentaskan kepercayaan mahasiswa, dirinya mengaku akan mendongkrak kinerja kabinetnya meski sudah telat 4 bulan. Selain itu, pihaknya akan membentuk srtuktur pengurus yang punya kemampuan di masing-masing bidang yang akan ditekuni nanti. ”Kami ingin membuktikan kepada para mahasiswa, dengan adanya presma ini nantinya akan bisa membuat terobosan-terobosan baru yang bisa dirasakan oleh mahasiswa,” tegasnya. (isk/gin)

Top Ad 728x90