Sabtu, 22 November 2014

Videologis Persepsi Vol-1 LPM Spirit-Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Videologis Persepsi Vol-1 LPM Spirit-Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

 Videologis Persepsi Vol-1 LPM Spirit-Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.



Resensi Novel : Haji Murad, Leo Tolstoy Oleh : Mustaji, Anggota LPM Spirit-Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura.

Adalah Leo Tolstoy (1826-1910), ia merupakan tokoh sastra berpengaruh dunia dari Rusia. Karya-karyanya bercorak realis dan bernuansa religius sarat dengan perenungan moral dan filsafat. Beberapa karya yang terkenal, yakni War and Peace (1863) dan Anna Karenina (1873).  Dua tahun setelah kematiannya, pada tahun 1912 terbit novel terakhirnya yang berjudul Haji Murad. Merupakan seorang pemberontak Muslim Asal Cechnya melawan dengan gagah berani melawan kekaisaran Rusia.

Karya pamungkas Leo Tolstoy ini terinspirasi oleh sosok historis dan kontroversial yang ia lihat saat ia menjadi tentara di Kaukasus. Hal ini senada seperti yang ada pada pembuka novel tersebut, “Sebagian cerita itu disaksikan sendiri, sebagian kudengar dari sejumlah saksi, dan sebagian kubayangkan sendiri…’

Kemampuan Leo Tolstoy dalam menyajikan cerita sangat luar biasa. Seakan akan pembaca bisa menggambarkan dan merasakan apa yang dia alami pejuang Muslim Cechnya tersebut. Tidak berlebihan jika Harold Bloom menyatakan, Haji Murad adalah kisah terbaik dunia.”

Meski sudah lebih satu abad berlalu, Haji Murad akan selalu menjadi gambaran yang menggentarkan akan sosok pejuang yang gagah berani melawan kekaisaran Rusia. 


Sastra