Jumat, 21 November 2014

,

Rektorat UTM Kebakaran 2014

Rektorat UTM Kebakaran WKUTM - Puluhan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dibuat geger oleh kepulan asap warna hitam yang menguap dari dalam Gedung Rektorat UTM pada Kamis (20/11/2014) tadi pagi. Mereka menduga kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran yang terjadi di dalam Gedung Rektorat UTM. Dugaan tersebut semakin dipertegas oleh petugas keamanan yang melarang siapa pun berlalulalang di sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, telah ditemukan dua korban luka yang dievakuasi dari dalam Gedung Rektorat 2014. Beberapa menit setelah korban berhasil diselamatkan relawan UKM KSR-PMI, sebuah banner bertuliskan “Demonstrasi Kebakaran Gedung oleh MPA Ghubatras” terlihat sedang dipasang pada dinding kaca depan Gedung Rektorat UTM. Sontak, hal ini membuat puluhan mahasiswa yang tadinya mengerubungi Gedung Rektorat UTM, langsung pergi dan tidak menghiraukan banner yang dipasang UKM MPA-Ghubatras. Menanggapi hal itu, Khotibul Umam, salah satu anggota UKM MPA-Ghubatras yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan mengatakan, ”Simulasi kebakaran ini tadi adalah rangkaian kegiatan Pekan Raya UKM MPA-Ghubatras. Kemarin, dalam Seminar tentang Sosialisasi Tanggap Bencana yang kami adakan, kami telah menjelaskan mengenai penanggulangan kebakaran. Nah, sekarang kami mencoba untuk mempraktekkan materi kemarin. Jadi, kami membentuk sebuah tim dadakan untuk menanggulangi kebakaran, yaitu dari UKM KSR-PMI, UKM-Menwa, dan security,” Kegiatan yang telah direncanakan sejak 2 bulan yang lalu ini ditujukan agar warga UTM memahami cara menanggulangi kebakaran dengan sigap. ”Menurut informasi yang kami terima, di UTM ini masih belum terlalu sigap untuk menangani masalah kebakaran. Sehingga ketika menangani kebakaran itu masih kurang persiapan, seperti yang terjadi di asrama kemarin,” lanjut Khotibul Umam. ”Sehingga diharapkan setelah demonstrasi tadi rektorat bisa lebih sigap dalam menangani masalah kebakaran yang mungkin tejadi di UTM. Lagi pula kegiatan tadi pagi juga memikat ketertarikan teman-teman untuk melihat dan mencari tahu. Dan pihak rektorat sendiri juga sangat mendukung,” tutupnya. (RIS/NPI)












Spirit Mahasiswa News - Puluhan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dibuat geger oleh kepulan asap warna hitam yang menguap dari dalam Gedung Rektorat UTM pada Kamis (20/11/2014) tadi pagi. Mereka menduga kepulan asap tersebut diakibatkan oleh kebakaran yang terjadi di dalam Gedung Rektorat UTM. Dugaan tersebut semakin dipertegas oleh petugas keamanan yang melarang siapa pun berlalulalang di sekitar lokasi kejadian. Pasalnya, telah ditemukan dua korban luka yang dievakuasi dari dalam Gedung Rektorat 2014.

Beberapa menit setelah korban berhasil diselamatkan relawan UKM KSR-PMI, sebuah banner bertuliskan “Demonstrasi Kebakaran Gedung oleh MPA Ghubatras” terlihat sedang dipasang pada dinding kaca depan Gedung Rektorat UTM. Sontak, hal ini membuat puluhan mahasiswa yang tadinya mengerubungi Gedung Rektorat UTM, langsung pergi dan tidak menghiraukan banner yang dipasang UKM MPA-Ghubatras.

Menanggapi hal itu, Khotibul Umam, salah satu anggota UKM MPA-Ghubatras yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan  mengatakan, ”Simulasi kebakaran ini tadi adalah rangkaian kegiatan Pekan Raya UKM MPA-Ghubatras. Kemarin, dalam Seminar tentang Sosialisasi Tanggap Bencana yang kami adakan, kami telah menjelaskan mengenai penanggulangan kebakaran. Nah, sekarang kami mencoba untuk mempraktekkan materi kemarin. Jadi, kami membentuk sebuah tim dadakan untuk menanggulangi kebakaran, yaitu dari UKM KSR-PMI, UKM-Menwa, dan security,”

Kegiatan yang telah direncanakan sejak 2 bulan yang lalu ini ditujukan agar warga UTM memahami cara menanggulangi kebakaran dengan sigap. ”Menurut informasi yang kami terima, di UTM ini masih belum terlalu sigap untuk menangani masalah kebakaran. Sehingga ketika menangani kebakaran itu masih kurang persiapan, seperti yang terjadi di asrama kemarin,” lanjut Khotibul Umam.

”Sehingga diharapkan setelah demonstrasi tadi rektorat bisa lebih sigap dalam menangani masalah kebakaran yang mungkin tejadi di UTM. Lagi pula kegiatan tadi pagi juga memikat ketertarikan teman-teman untuk melihat dan mencari tahu. Dan pihak rektorat sendiri juga sangat mendukung,” tutupnya. (RIS/NPI)

Sastra