Jumat, 05 September 2014

Sistem Penjaringan Rektor UTM Hanya Formalitas #PILREK_2014

WKUTM - Proses penjaringan bakal calon rektor UTM (Universitas Trunojoyo Madura) bakal menjadi ajang formalitas belaka. Berdasarkan Permendikbud nomer 33 tahun 2012 pasal 6 ayat 1c, menerangkan bahwa penetapan jumlah calon rektor oleh senat adalah sejumlah 3 orang. Sehingga, dari 23 kandidat yang memenuhi kriteria dan standar hanya 3 orang yang mengajukan diri. Menurut Ketua Pemilihan Rektor UTM Andrie Kisron Sugiono, phD, mengatakan bila sistem demokrasi dalam pemilihan rektor, yakni tahapan penjaringan tetap dilaksanakan, Senin (8/9/2014) mendatang. ”Rencananya dalam tahap ini seluruh dosen, pegawai, karyawan dan mahasiswa UTM akan memberikan hak pilihnya diproses penjaringan,” ujar dia saat ditemui wartawan Spirit Mahasiswa di ruang kerjanya, Jumat (5/9/2014). Menurut peraturan senat UTM, dari suara sah yang berasal dari seorang dosen dan tenaga kependidikan dihitung dihitung satu suara. Sedangkan suara sah mahasiwa adalah setara 30 persen total suara sah dosen dan tenaga kependidikan. Menurut Andrie, 27 orang senat yang terdiri dari pembantu rektor 1, 2, 3, guru besar, dekan dan 2 orang dosen yang sebelumnya sudah terpilih oleh sesama dosen akan mengikuti proses pemilihan rektor UTM. Sehingga pada proses penyaringan, calon yang maju tidak ditentukan oleh kalah atau menang. Menimbang tidak adanya eliminasi mengancam bakal calon rektor. Perolehan suara tersebut hanya sebagai representasi dan bahan pertimbangan senat pada 9 September 2014 mendatang, atau sehari setelah pemilihan di tahap penjaringan. Kemudian, setelah 1 bulan pasca proses penyaringan, senat akan kembali memilih bersama menteri pendidikan dan kebudayaan. Dengan perbandingan hak suara 65% milik senat, dan 35% menteri. Meski proses penyaringan hanya formalitas, Andrie berharap semua tahapan pemilihan bisa berjalan maksimal. Menurut dia, meski semua sudah pasti lolos, partisipasi pemilih, terutama di kalangan mahasiswa diharapkan bisa besar. (ISK/NOF)`


Hanya 3 Calon yang Mengajukan Diri

WKUTM - Proses penjaringan bakal calon rektor UTM (Universitas Trunojoyo Madura) bakal menjadi ajang formalitas belaka. Berdasarkan Permendikbud nomer 33 tahun 2012 pasal 6 ayat 1c, menerangkan bahwa penetapan jumlah calon rektor oleh senat adalah sejumlah 3 orang. Sehingga, dari 23 kandidat yang memenuhi kriteria dan standar hanya 3 orang yang mengajukan diri.

Menurut Ketua Pemilihan Rektor UTM Andrie Kisron Sugiono, phD, mengatakan bila sistem demokrasi dalam pemilihan rektor, yakni tahapan penjaringan tetap dilaksanakan, Senin (8/9/2014) mendatang.
”Rencananya dalam tahap ini seluruh dosen, pegawai, karyawan dan mahasiswa UTM akan memberikan hak pilihnya diproses penjaringan,” ujar dia saat ditemui wartawan Spirit Mahasiswa di ruang kerjanya, Jumat (5/9/2014).

Menurut peraturan senat UTM, dari suara sah yang berasal dari seorang dosen dan tenaga kependidikan dihitung dihitung satu suara. Sedangkan suara sah mahasiwa adalah setara 30 persen total suara sah dosen dan tenaga kependidikan.

Menurut Andrie, 27 orang senat yang terdiri dari pembantu rektor 1, 2, 3, guru besar, dekan dan 2 orang dosen yang sebelumnya sudah terpilih oleh sesama dosen akan mengikuti proses pemilihan rektor UTM.

Sehingga pada proses penyaringan, calon yang maju tidak ditentukan oleh kalah atau menang. Menimbang tidak adanya eliminasi mengancam bakal calon rektor. Perolehan suara tersebut hanya sebagai representasi dan bahan pertimbangan senat pada 9 September 2014 mendatang, atau sehari setelah pemilihan di tahap penjaringan.

Kemudian, setelah 1 bulan pasca proses penyaringan, senat akan kembali memilih bersama menteri pendidikan dan kebudayaan. Dengan perbandingan hak suara 65% milik senat, dan 35% menteri.

Meski proses penyaringan hanya formalitas, Andrie berharap semua tahapan pemilihan bisa berjalan maksimal. Menurut dia, meski semua sudah pasti lolos, partisipasi pemilih, terutama di kalangan mahasiswa diharapkan bisa besar. (ISK/NOF)`

Sastra