Rabu, 24 September 2014

,

Realisasi TPS di UTM

WKUTM - Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Belum juga terealisasi. Pada (03/24/14) kemarin dikonfirmasi kepada Pembantu Rektor II, Ir. Muhammad Fakhri, M.P, pihaknya mengaku sudah mengajukan proposal anggaran kepada Kemdikbud. “Kami sudah mengajukan pada kementerian, namun hingga saat ini belum di-acc,” ungkapnya. “Kalau masalah TPS ini saya tugaskan pada Subaidi selaku Kepala Bagian Rumah Tangga, rencananya akan kerjasama dengan Pemda Bangkalan,” imbuhnya.

Ditemui secara terpisah, Subaidi selaku Kepala Bagian Rumah Tangga menyampaikan belum ada kejelasan soal pembuatan TPS di UTM. “Tugas saya kan cuma menyiapkan lokasi TPS-nya saja. Dan ada tiga tempat yang rencananya disiapkan untuk TPS. Satu TPS utama diletakkan di selatan Asrama, lalu yang lainnya di sebelah timur RKB-F dan sebelah Rektorat. Kalau ditanya kapan atau tidaknya akan selesai, sampai saat ini masih menunggu anggaran. Yang pasti kami sudah mengajukan,” jelasnya.

Terkait akan dilakukannya kerja sama dengan Pemeritah Daerah (Pemda) Bangkalan dalam mengelola sampah di UTM, Subaidi mengungkapkan paling lambat tiga bulan setelah pengajuan anggaran disetujui, pihaknya akan menyediakan kotainer sebagaimana disyaratkan oleh Pemda. “Nanti pemda tinggal angkut sampahnya saja.

Tetapi saat di konfirmasi pada (07/09/14) Realisasi TPS di UTM masih belum terlaksana. Padahal sudah lebih dari tiga bulan, sekitar tujuh bulan. Padahal saat dikonfirmasi ke PR II pada (03/24) realisasi akan dilakukan pada awal tahun 2014. Malah rencananya, pembuatan TPS akan dilaksanankan pada awal tahun 2015, mundur satu tahun dari perjanjian sebelumnya.

Masalah klasiknya adalah anggaran yang diajukan masih belum mendapat persetujuan. “Anggaran yang diajukan masih direvisi. Mengenai waktu turunnya anggaran kami tidak bisa tahu dengan pasti. Akan tetapi jika bisa segera disetujui, kemungkinan turun sekitar bulan Januari 2015. Setelah itu akan dibelikan kontainer,” Ucap Subaidi selaku Kepala Bagian Rumah Tangga UTM ketika diwawancarai pada Senin (07/09/14). Subaidi juga menambahkan bahwa sampah-sampah yang terkumpul sementara ini cuma dibakar saja.

Dalam proses pembuatan TPS pihak kampus telah bekerjasama dengan Pemda Bangkalan. Jika nanti anggaran telah disetujui dan pembelian kontainer telah terlaksana, TPS akan dibuat di sebelah selatan Asrama. Tempat itu dinilai paling efektif, karena sampah-sampah di lingkungan kampus paling banyak dari penduduk Asrama. Subaidi juga menuturkan bahwa sampah-sampah pasti akan langsung dibersihkan dan ditindak, jadi penduduk kampus tidak perlu khawatir mengenai sampah-sampah yang ada di UTM.(Ike/Npi)

Sastra