Kamis, 17 Juli 2014

,

Mohon

Aku sudah sering mengingkari janjiku kepada-Mu Sampai-sampai aku lelah untuk terus bohong pada-Mu Namun aku harus membuat semuanya selain diriku Agar tak lagi-lagi berbohong kepada-Mu “Karena kebohonganku seperti debu” “Yang kubiarkan menumpuk menjadi batu” Aku mohon pada-Mu, kuatkan aku Tapi aku tak pernah menjalankan kewajiban-Mu Aku mohon pada-Mu, sabarkan aku Tapi aku malah beringas ingin memenuhi hakku Aku mohon pada-Mu, bimbinglah aku Tapi aku keras kepala hingga sampai melawan-Mu Aku mohon pada-Mu, maafkan dosa-dosaku Tapi aku malah menambah dosa disetiap waktu Aku mohon pada-Mu, sabarkan hatiku Tapi aku gegabah melampiaskan ambisiku Aku mohon pada-Mu, maafkan dosa orangtuaku Tapi aku tak pernah mampu menuruti orangtuaku Aku mohon pada-Mu, tunjukan jalan lurusmu Tapi aku putuskan melanggar larangan-larangan-Mu Aku mohon pada-Mu, bukakanlah hati dan pikiranku Tapi aku selalu lupa menghadap-Mu setiap waktu Aku mohon pada-Mu, lancarkanlah segala urusanku Tapi aku selalu menomorduakan-Mu dengan urusanku Aku mohon pada-Mu, untuk selalu menjagaku Tapi aku tak pernah mengigat-Mu setiap waktu Aku mohon kepada-Mu agar memaafkanku Sehingga aku sesegara mungkin sadar Bahwa aku ini kecil dibandingkan diri-Mu Terimalah taubatku untuk takmengulangi segala kesalahanku Nofianto puji imawan Madura, 21 Juni 2014.

By : Google
Aku sudah sering mengingkari janjiku kepada-Mu
Sampai-sampai aku lelah untuk terus bohong pada-Mu
Namun aku harus membuat semuanya selain diriku
Agar tak lagi-lagi berbohong kepada-Mu

“Karena kebohonganku seperti debu”
“Yang kubiarkan menumpuk menjadi batu”

Aku mohon pada-Mu, kuatkan aku
Tapi aku tak pernah menjalankan kewajiban-Mu

Aku mohon pada-Mu, sabarkan aku
Tapi aku malah beringas ingin memenuhi hakku

Aku mohon pada-Mu, bimbinglah aku
Tapi aku keras kepala hingga sampai melawan-Mu

Aku mohon pada-Mu, maafkan dosa-dosaku
Tapi aku malah menambah dosa disetiap waktu

Aku mohon pada-Mu, sabarkan hatiku
Tapi aku gegabah melampiaskan ambisiku

Aku mohon pada-Mu, maafkan dosa orangtuaku
Tapi aku tak pernah mampu menuruti orangtuaku

Aku mohon pada-Mu, tunjukan jalan lurusmu
Tapi aku putuskan melanggar larangan-larangan-Mu

Aku mohon pada-Mu, bukakanlah hati dan pikiranku
Tapi aku selalu lupa menghadap-Mu setiap waktu

Aku mohon pada-Mu, lancarkanlah segala urusanku
Tapi aku selalu menomorduakan-Mu dengan urusanku

Aku mohon pada-Mu, untuk selalu menjagaku
Tapi aku tak pernah mengigat-Mu setiap waktu

Aku mohon kepada-Mu agar memaafkanku
Sehingga aku sesegara mungkin sadar
Bahwa aku ini kecil dibandingkan diri-Mu
Terimalah taubatku untuk takmengulangi segala kesalahanku

Nofianto puji imawan
Madura, 21 Juni 2014.

Sastra