Minggu, 23 Maret 2014

Pelantikan MKM UTM

Spirit mahasiswa news - Suasana lingkungan sekitar kampus nampak padat dengan kedatangan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan Panitia Pengawal (Patwal) Presiden yang tiba di UTM sore tadi, Selasa, (03/13). Selain itu, Polda Jatim beserta Satuan Pengamanan (Satpam) juga ikut mengamankan kedatangan orang no.1 di Indonesia tersebut Kedatangan Paspampres, Patwal dan Polda se-Jatim tidak lain untuk men-sterilkan tempat agar tidak terjadi kemungkinan yang dapat merugikan berbagai pihak. Sementara itu, kedatangan mereka di UTM juga untuk mempersiapkan Gladikotor di Gedung Rektorat Terpadu dalam menyambut kedatangan SBY. Gladikotor dilakukan sore ini oleh Pampampres, Patwal presiden dan Polda se-Jatim yang bekerjasama dengan pihak keamanan kampus. Menurut info yang berkembang, SBY tiba di Madura pada hari Jum'at, (06/13), tepatnya di halaman UTM kurang lebih pukul 09.00 wib. Dalam kunjungannya kali ini, Presiden SBY akan meresmikan Gedung Rektorat Terpadu sebagai hunian baru bagi birokrasi kampus yang sebelumnya bertempat di Kantor Pusat. Rencananya, SBY beserta rombongannya akan berada di UTM sekitar dua jam. Pasalnya, SBY beserta rombongan melaksanakan sholat Jum’at di Masjid Jami’ dan dilanjutkan menuju Pendopo Agung Bangkalan. (Nof/g5)Spirit Mahasiswa News - Pelantikan anggota baru Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM) yang di laksanakan pada Senin (24/03) di Auditorium Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berjalan dengan lancar. Walaupun sebenarnya dari Sembilan anggota baru MKM ada dua diantaranya yang tidak bisa hadir karena urusan tertentu. Mahasiswa yang di percaya sebagai Ketua baru MKM untuk periode 2014 kali ini merupakan mahasiswa dari Fakultas Hukum, Ach. Eli Fadlal. Ia mengaku, untuk pemilihan anggota baru MKM di pilih oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa dan benar-benar di saring antara yang pantas dan tidak. Sehingga untuk kedepannya MKM bisa berjalan sesuai tugas dan fungsinya. Seperti yang dikatakan oleh Presiden Mahasiswa (PRESMA) dalam sambutannya bahwa untuk MKM periode lalu benar-benar tidak berfungsi atau bisa di katakan pasif, karena hanya bekerja jika ada gugatan sehingga terkesan wajib di bubarkan. Dia juga mengatakan untuk ketua umum MKM lebih baik memang mahasiswa dari jurusan hukum, karena tugas yang di emban MKM itu sendiri sesuai dengan kompetensi yang memang di miliki oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum. MKM dalam periode ini di harapkan bisa menjadi lebih baik, lebih maju, amanah dan adil. Serta memegang tiga hal, yaitu Soliditas, Solidaritas, dan Profesionalitas sehingga tidak akan ada konflik dalam pelaksanaan tugasnya nanti. Dalam pelantikan ini, selain di hadiri oleh PRESMA, juga di hadiri oleh Pembantu Rektor III, Dr. Drs.Ec Muh. Syarief, MSi yang juga berharap Lembaga-lembaga di dalam UTM ini bisa melaksanakan tugasnya sesuai kompetensi, “Jika perlu langsung mengundang pakar hukum, untuk meningkatkan kualitas MKM” ujar Bpk. Syarief. Dalam sambutannya itu. Beliau mengatakan bahwa keseluruhan lembaga mahasiswa harus ada peningkatan prestasi, mengenai penghambatan dana itu bisa di atasi bersama. “Insyaallah minggu ini akan di usahakan pemenuhan fasilitas-fasilitas lembaga kemahasiswaan” tambahnya, ketika menyinggung masalah anggaran dana yang telah di sediakan untuk keperluan Organisasi mahasiswa. Saran yang di berikan oleh Pembantu Rektor III mengenai pendatangan langsung pakar hukum ini rupanya juga telah menjadi salah satu rencana anggota MKM, “Insyaallah kami akan mendatangkan Mahkamah Konstitusi (MK) kesini, untuk pencerahan mengenai fungsi hukum,” jelasnya ketika di wawancarai seusai acara pelantikan.(ike/nof)

Spirit Mahasiswa News - Pelantikan anggota baru Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM) yang di laksanakan pada Senin (24/03) di Auditorium Universitas Trunojoyo Madura (UTM) berjalan dengan lancar. Walaupun sebenarnya dari Sembilan anggota baru MKM ada dua diantaranya yang tidak bisa hadir karena urusan tertentu. Mahasiswa yang di percaya sebagai Ketua baru MKM untuk periode 2014 kali ini merupakan mahasiswa dari Fakultas Hukum, Ach. Eli Fadlal. Ia mengaku, untuk pemilihan anggota baru MKM di pilih oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa dan benar-benar di saring antara yang pantas dan tidak. Sehingga untuk kedepannya MKM bisa berjalan sesuai tugas dan fungsinya. 

Seperti yang dikatakan oleh Presiden Mahasiswa (PRESMA) dalam sambutannya bahwa untuk MKM periode lalu benar-benar tidak berfungsi atau bisa di katakan pasif, karena hanya bekerja jika ada gugatan sehingga terkesan wajib di bubarkan. Dia juga mengatakan untuk ketua umum MKM lebih baik memang mahasiswa dari jurusan hukum, karena tugas yang di emban MKM itu sendiri sesuai dengan kompetensi yang memang di miliki oleh mahasiswa dari Fakultas Hukum. 

MKM dalam periode ini di harapkan bisa menjadi lebih baik, lebih maju, amanah dan adil. Serta memegang tiga hal, yaitu Soliditas, Solidaritas, dan Profesionalitas sehingga tidak akan ada konflik dalam pelaksanaan tugasnya nanti. Dalam pelantikan ini, selain di hadiri oleh PRESMA, juga di hadiri oleh Pembantu Rektor III, Dr. Drs.Ec Muh. Syarief, MSi yang juga berharap Lembaga-lembaga di dalam UTM ini bisa melaksanakan tugasnya sesuai kompetensi, “Jika perlu langsung mengundang pakar hukum, untuk meningkatkan kualitas MKM” ujar Bpk. Syarief.

Dalam sambutannya itu. Beliau mengatakan bahwa keseluruhan lembaga mahasiswa harus ada peningkatan prestasi, mengenai penghambatan dana itu bisa di atasi bersama. “Insyaallah minggu ini akan di usahakan pemenuhan fasilitas-fasilitas lembaga kemahasiswaan” tambahnya, ketika menyinggung masalah anggaran dana yang telah di sediakan untuk keperluan Organisasi mahasiswa. Saran yang di berikan oleh Pembantu Rektor III mengenai pendatangan langsung pakar hukum ini rupanya juga telah menjadi salah satu rencana anggota MKM, “Insyaallah kami akan mendatangkan Mahkamah Konstitusi (MK) kesini, untuk pencerahan mengenai fungsi hukum,” jelasnya ketika di wawancarai seusai acara pelantikan.(ike/nof)

Top Ad 728x90