Senin, 24 Februari 2014

Bukan Sekadar Pemuas

Oleh : Mubarokatin Perempuan, sekilas kata itu. Lansung menggambarkan kelemahan, ketergatungan namun juga keindahan. Lemah karena cenderung mudah dikalahkan oleh laki-laki baik itu dalam hal pekerjaan, peran dalam keluarga maupun kehidupan sehari-hari. Sedangkan ketergantungan perempuan oleh laki-laki dititik beratkan pada kekuatan fisik laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan. Namun disisi lain perempuan adalah objek terindah dimuka bumi ini. Dan semuanya mengakui itu. tidak hanya dari sudut pandang laki-laki namun dari sudut pandang perempuan juga mengagumi keindahan tersebut. Itu sebabnya perempuan menjadi objek yang harus dijaga dan dilindungi keindahannya, lalu dengan pernyataan tersebut perempuan dianggap lemah. Hal-hal yang semacam itu di kalangan masyarakat sudah menjadi kodrat paten seorang perempuan. Jika dalam lingkungan masyarakat ada seorang perempuan yang mampu bekerja seperti laki-laki, baik itu sebagai supir truk atau pun pegawai bangunan, perempuan tersebut tidak akan lepas dari perbincangan. Karena apa, hal seperti itu adalah ketidakbiasaan yang pantas dikagumi. Namun pada akhirnya tetap saja menganggap perempuan itu lemah. Sedangkan hak-hak perempuan sulit untuk didapatkan, meski hanya sekedar pengakuan, rasanya itu semua terlalu mahal, terlalu sulit untuk diwujudkan. Yang mana hak itu adalah diakui sama rata kedudukan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan juga berhak mendapatkan hak pilihnya sebagai wujud kebebasan berpendapat maupun berfikir. Tidak hanya mengedepankan anggapan-anggapan yang belum tentu benar. Bahwa perempuan hanya pantas ada di rumah untuk masak, merawat anak dan merawat diri. Namun kenyataannya, semua itu telah tertanam dalam diri masyarakat dan tak terkecuali perempuan itu sendiri. Perjuangan untuk mendapatkan hak perempuan terus bergulir, hingga lahirlah sebuah paham yang bernama feminisme. Paham ini merupakan tempat dimana perempuan menyuarakan ketidakadilan atas dirinya. Kedudukan antara laki-laki dan perempuan itu sama. Perempuan bukan sekedar obyek yang dapat dinikmati keindahannya. Dan feminisme sangat menolak pernyataan itu. Perempuan juga bukan hanya pemuas nafsu para lelaki atau teman hidup mereka. Namun perempuan juga berhak dianggap berpengaruh terhadap kehidupan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.



Oleh : Mubarokatin

Perempuan, sekilas kata itu. Lansung menggambarkan kelemahan, ketergatungan namun juga keindahan. Lemah karena cenderung mudah dikalahkan oleh laki-laki baik itu dalam hal pekerjaan, peran dalam keluarga maupun kehidupan sehari-hari. Sedangkan ketergantungan perempuan oleh laki-laki dititik beratkan pada kekuatan fisik laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan. 

Namun disisi lain perempuan adalah objek terindah dimuka bumi ini. Dan semuanya mengakui itu. tidak hanya dari sudut pandang laki-laki namun dari sudut pandang perempuan juga mengagumi keindahan tersebut. Itu sebabnya perempuan menjadi objek yang harus dijaga dan dilindungi keindahannya, lalu dengan pernyataan tersebut perempuan dianggap lemah. Hal-hal yang semacam itu di kalangan masyarakat sudah menjadi kodrat paten seorang perempuan. 

Jika dalam lingkungan masyarakat ada seorang perempuan yang mampu bekerja seperti laki-laki, baik itu sebagai supir truk atau pun pegawai bangunan, perempuan tersebut tidak akan lepas dari perbincangan. Karena apa, hal seperti itu adalah ketidakbiasaan yang pantas dikagumi. Namun pada akhirnya tetap saja menganggap perempuan itu lemah. Sedangkan hak-hak perempuan sulit untuk didapatkan, meski hanya sekedar pengakuan, rasanya itu semua terlalu mahal, terlalu sulit untuk diwujudkan. Yang mana hak itu adalah diakui sama rata kedudukan antara laki-laki dan perempuan. 

Perempuan juga berhak mendapatkan hak pilihnya sebagai wujud kebebasan berpendapat maupun berfikir. Tidak hanya mengedepankan anggapan-anggapan yang belum tentu benar. Bahwa perempuan hanya pantas ada di rumah untuk masak, merawat anak dan merawat diri. Namun kenyataannya, semua itu telah tertanam dalam diri masyarakat dan tak terkecuali perempuan itu sendiri. Perjuangan untuk mendapatkan hak perempuan terus bergulir, hingga lahirlah sebuah paham yang bernama feminisme. Paham ini merupakan tempat dimana perempuan menyuarakan ketidakadilan atas dirinya. Kedudukan antara laki-laki dan perempuan itu sama. Perempuan bukan sekedar obyek yang dapat dinikmati keindahannya. Dan feminisme sangat menolak pernyataan itu. Perempuan juga bukan hanya pemuas nafsu para lelaki atau teman hidup mereka. Namun perempuan juga berhak dianggap berpengaruh terhadap kehidupan keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

Top Ad 728x90