Kamis, 05 Desember 2013

Mahasiswa Ricuh, Musyawarah Mahasiswa Ditunda

Spirit mahsiswa news - Musyawarah Mahasiswa (Muswa) XII yang diselenggarakan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) di Gedung Cakra Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Selasa (03/13), berjalan tidak kondusif. Ratusan peserta yang hadir dalam forum mahasiswa tersebut membeludak dan tidak dapat dikendalikan.
Panitia yang semula menjadwalkan Muswa pada pukul 19.00 wib menunda waktu berjalannya Muswa sampai benar-benar kondusif.






Pasalnya, banyak peserta yang mengajukan opsi kepada presidium sidang yang dirasa oleh panitia tidak sesuai dengan prosedur maupun tata tertib Muswa. Namun, para peserta sendiri menganggap panitia pelaksana terkesan melakukan intervensi pada jalannya Muswa ini. Padahal, menurut peserta muswa, yang berhak mengatur jalannya acara adalah presidium sidang sebagai dewan kehormatan.

Suasana pun tidak terkendali, forum semakin memanas dan tidak mendapatkan titik temu yang jelas. Akibatnya, kericuhan tidak dapat dihindarkan. Ada beberapa oknum yang diketahui melakukan pemukulan terhadap salah seorang peserta yang membuat forum semakin kacau. Hingga pada akhirnya, forum mahasiswa tersebut terpaksa diakhiri oleh panitia pelaksana Muswa.

Menurut informasi yang berkembang, Muswa akan dilanjutkan kembali hari Senin (09/13) malam di Gedung Cakra UTM, mengingat pada hari Jum’at (06/13), Presiden SBY melakukan kunjungan untuk meresmikan Gedung Rektorat Terpadu. Jadi, birokrasi kampus, melalui jajarannya, harus mensterilkan kegiatan kemahasiswaan.

Sementara itu, ketika suasana mulai reda, Pembantu Rektor (PR) III, Dr. Drs. Ec. Muh. Syarif, M.Si, yang mendengar adanya kericuhan tersebut mendatangi panitia dan menanyakan kronologis terjadinya kericuhan. Setelahnya, PR III melakukan mediasi atas terjadinya konflik dan perselisihan dari beberapa golongan itu. PR III mengumpulkan perwakilan mahasiswa, DPM sebagai panitia pelaksana dan para bakal calon Presma beserta masing-masing pendukungnya.

Dalam pertemuan itu, PR III menuturkan beberapa hal terkait kericuhan yang terjadi pada saat Muswa berlangsung. Pada kesempatan itu, Muh. Syarif, mengungkapkan, bahwa dirinya siap menanggung resiko dan bertanggung jawab mengenai hal tersebut. Namun, Muh. Syarif berharap setelah adanya pertemuan dengan beberapa perwakilan mahasiswa ini, semua pihak dapat mengerti dan dapat menemukan solusi yang tidak merugikan salah satu pihak. Sehingga, tidak terjadi lagi hal-hal yang demikian. (g5)

Sastra