Selasa, 17 September 2013

Celoteh

Selamat datang. Ungkapan yang saya rasa paling tepat untuk menyambut mahasiswa baru. Saya yakin, hidup mahasiswa baru setelah mendengarkan ucapan selamat datang, akan berotasi 100 derajat dari kehidupan akhir sekolah menengahnya. Bukan karna kebiasaan, melainkan karna mereka baduk. Mudah dibohongi dan di beri janji-janji palsu alias PHP. Mungkin dengan tamparan bahwa kenyataan kampus kita adalah kampus udik di pinggir sawah, akan sedikit meringankan orang yang yang sedikit sadar tentang hal itu. Janji dan kebohongan pertama yang saya tulis kali ini adalah pekerjaan. Seorang yang lulus kuliah dan mendapatkan gelar S1 di kampus ini, belum tentu mendapatkan pekerjaan yang menarik dengan gaji yang menggiurkan. Nyatanya, seorang sarjana bahkan ada yang jadi kuli bangunan, tukang bakso, pedagang asongan bahkan pelacur. Jadi jangan harap setelah kuliah, kesenangan yang ada seperti mobil dan rumah mewah ada di genggaman. Sebenarnya, menjadi mahasiswa adalah proses untuk menciptakan seorang babu baru, Penjilat penjilat pantat orang kaya dan pemakan uang. bukan nasi. Hal ini berlaku kepada orang-orang yang mempunyai pikiran dangkal. Miris bukan? Kita mengenyam pendidikan dari umur 4 tahun sampai sekitar umur 20-an hanya untuk jadi babu orang. Padahal jika di hitung, bukanlah sedikit uang yang orang tua keluarkan untuk pendidikan yang kita kenyam. Yang kedua adalah tentang keilmuan. Seorang mahasiswa bukanlah orang yang merdeka. Meskipun hari ini adalah hari kemerdekaan kita. Seorang mahasiswa harus merelakan pikiran-pikirannya terjajah. Memasukkan ide ide orang kapitalis brutal yang doyan duit dan suka merampas ke dalam otaknya. Lalu, ditularkan dari generasi ke generasi yang menjadikannya tradisi. Yang akhirnya menjadikan pembabatan tradisi kita yang ketimur timuan menjadi barat!. Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum yang menjalar, seperti rhizomma. Ungkapan yang tepat dari semua hal itu adalah mahasiswa barat yang sok ketimur-timuran. Yang terakhir, ah mungkin saya sudah malas untuk berceloteh lagi. Jika lebih dari ini, mungkin kegilaan saya pada sesuatu hal akan lebih dalam. Dan akhirnya tidak terbendung lalu menjalar seperti banjir bandang. Tapi ijinkan saya untuk meniru perkataan dari Pramoedya Ananta Toer yang berisi bahwa seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikirannya, Apalagi dalam perbuatan. Selamat menjalankan tugas semu, mahasiswa baru nan udik.


Oleh : Ilham Hidayatullah

Selamat datang. Ungkapan yang saya rasa paling tepat untuk menyambut mahasiswa baru. Saya yakin, hidup mahasiswa baru setelah mendengarkan ucapan selamat datang, akan berotasi 100 derajat dari kehidupan akhir sekolah menengahnya. Bukan karna kebiasaan, melainkan karna mereka baduk. Mudah dibohongi dan di beri janji-janji palsu alias PHP. Mungkin dengan tamparan bahwa kenyataan kampus kita adalah kampus udik di pinggir sawah, akan sedikit meringankan orang yang yang sedikit sadar tentang hal itu.

Janji dan kebohongan pertama yang saya tulis kali ini adalah pekerjaan.  Seorang yang lulus kuliah dan mendapatkan gelar S1 di kampus ini, belum tentu mendapatkan pekerjaan yang menarik dengan gaji yang menggiurkan. Nyatanya, seorang sarjana bahkan ada yang jadi kuli bangunan, tukang bakso, pedagang asongan bahkan pelacur. Jadi jangan harap setelah kuliah, kesenangan yang ada seperti mobil dan rumah mewah ada di genggaman. 

Sebenarnya, menjadi mahasiswa adalah proses untuk menciptakan seorang babu baru, Penjilat penjilat pantat orang kaya dan pemakan uang. bukan nasi. Hal ini berlaku kepada orang-orang yang mempunyai pikiran dangkal. Miris bukan? Kita mengenyam pendidikan dari umur 4 tahun sampai sekitar umur 20-an hanya untuk jadi babu orang. Padahal jika di hitung, bukanlah sedikit uang yang orang tua keluarkan untuk pendidikan yang kita kenyam. 

Yang kedua adalah tentang keilmuan. Seorang mahasiswa bukanlah orang yang merdeka. Meskipun hari ini adalah hari kemerdekaan kita. Seorang mahasiswa harus merelakan pikiran-pikirannya terjajah. Memasukkan ide ide orang kapitalis brutal yang doyan duit dan suka merampas ke dalam otaknya. Lalu, ditularkan dari generasi ke generasi yang menjadikannya tradisi. Yang akhirnya menjadikan pembabatan tradisi kita yang ketimur timuan menjadi barat!.

Hal tersebut sudah menjadi rahasia umum yang menjalar, seperti rhizomma. Ungkapan yang tepat dari semua hal itu adalah mahasiswa barat yang sok ketimur-timuran. 

Yang terakhir, ah mungkin saya sudah malas untuk berceloteh lagi. Jika lebih dari ini, mungkin kegilaan saya pada sesuatu hal akan lebih dalam. Dan akhirnya tidak terbendung lalu menjalar seperti banjir bandang. Tapi ijinkan saya untuk meniru perkataan dari Pramoedya Ananta Toer yang berisi bahwa seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikirannya, Apalagi dalam perbuatan. Selamat menjalankan tugas semu, mahasiswa baru nan udik.

Sastra