Rabu, 01 Mei 2013

PENGGALAN CATATAN DI WARUNG KOPI

# Saat ini, rasa percaya tidak lagi cukup membuat kita tenang dan berhenti mengelus dada. Tidak. Itu tidak cukup. Tapi, seseorang juga mesti ‘tidak punya otak’ agar hidupnya bisa tenang, aman dan nyaman. Tidak perduli siapa yang menang di HMJ, Gubernur, dan Presma. 

https://fbcdn-sphotos-f-a.akamaihd.net/hphotos-ak-snc6/7625_1116730834528_727137_n.jpg
 Citra D. Vresti Trisna
Atau mungkin rombongan bebek yang bersuara sama, karena mungkin berasal dari kandang yang sama # # Bagaimanapun juga kita mesti ingatkan diri agar bisa tumbuh secara sehat lahir batin. Orang yang sehat secara batin akan bisa berkaca pada diri lewat semangat kontemplatif. Mendalami perenungan-perenungan dan mengorek sisi-sisi paling purba dalam kehidupan kita. Dan kemauan untuk terus belajar dari penilaian-penilaian jernih orang lain. Baik yang syarat akan kebencian atau tidak. Semuanya harus didengarkan – berjiwa besar # # Menjadi cermin bagi satu orang dengan lainnya adalah sebaik-baiknya pilihan. Orang konfusius pernah berkata, “orang tidak dapat melihat bayangan dirinya dalam air yang mengalir, tapi ia akan dapat melihatnya dalam genanangan air yang tenang” # # Terkadang sekali waktu kita butuh untuk menjadi air yang diam. Semua demi jernihnya mata dan batin untuk lebih tau siapa sebenarnya kita – tau diri. Kita tak akan pernah tau siapa kita bila hanya menjadi sosok yang grusa-grusu. 

Kita juga tak akan pernah bisa berkaca dari sekumpulan bebek, sebab di matanya kita hanya sebaskom makanan yang menarik untuk diganyang ramai-ramai. Apalagi di mata calon elit politik kampus, baginya kau cuma bagian dari deret angka-angka pasti untuk kemenangan pribadi dan kerajaan. Bagi mereka, kepalamu tak lebih dari batu tapak untuk jenjang kesuksesan kompromi dan kemenangan meraup lahan basah # # Kita perlu merasakan ketenangan menjalari tubuh. Balajar menjadi tuli lebih baik ketimbang harus jadi mangsa sekumpulan bebek dan kaum politis. Kalau mau melawan, kau bisa mati gila dituduh macam-macam # # Bagi yang merasa punya nyali dan sedikit punya otak. Silahkan ramai-ramai beli senapan angin untuk belajar menembak. Para bebek politis akan nampak lucu ketika menjadi sasaran pelor-pelor tajam sebuah kritik. Itu kalau kau punya nyali dan punya harga diri, atau mungkin seorang fatalis.

Maka silahkan. # # bukankah hidup itu pilihan. Kalau tak punya otak, jadilah orang yang bijak – tau diri. Sebab dengan seperti itu, paling tidak kau tidak akan seberapa berdosa karena membiarkan kemungkaran terjadi di depanmu. Ingat baik-baik!!! Secara tidak langsung, diam itu bagian dari kompromi busuk. Diam tanpa melawan bukan cerminan dari sikap netral. Sedangkan kalau merasa bisa berpikir, mari ramai-ramai menembaki kerajaan bebek. Itu kalau kau masih bisa disebut punya harga diri 

# ditulis di warung kletek, diselesaikan di rumah Januari, 2011

0 komentar:

Posting Komentar

Top Ad 728x90