Jumat, 27 April 2012

Menilik Kinerja DPM, MKM & BEM Sudah Idealkah ?

Data Litbang Spirit Mahasiswa 2013 Kabinet Mahasiswa merupakan wakil yang mewadahi kegiatan-kegiatan di seputar kampus, menjalankan roda organisasi dan membantu merealisasikan aspirasi mahasiswa. Kabinet Mahasiswa dipimpin oleh Presiden Mahasiswa (Presma). Sedangkan, tugas dan fungsi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai pengontrol kebijakan yang berwenang membuat aturan perundang-undangan atau badan legislatif ditatanan kampus. Selain itu, fungsi dan tugas Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM) adalah mengusut kasus-kasus organisasi intra kampus yang menyalahi aturan hukum, bersangkutan dengan badan yang bertugas mengadili perkara. Dari hasil angket yang disebar kepada mahasiswa diseluruh fakultas Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terkait kinerja, fungsi dan efektivitas kerja Kabinet, DPM dan MKM, sebagian besar mahasiswa UTM lebih banyak yang tidak mengerti dan tidak tahu-menahu tentang kinerja, fungsi dan efektivitas kerja dari ketiga lembaga tersebut. Dari hasil presentase, menunjukkan indikasi ketidakjelasan dari kinerja ketiga lembaga tertinggi ditataran organisasi kemahasiswaan kampus tersebut. Menurut pengakuan Wahyu, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik (FT) saat ditanya Tim Oposisi perihal kinerja mereka, Wahyu menganggap kinerja mereka sampai saat ini biasa-biasa saja. “Kegiatan-kegiatan yang paling vital hanya terlihat pada saat pelaksanaan ormaba, kongres mahasiswa dan pemilu raya,” ujar Wahyu, penggagas UKM Capoeira. “Sebenarnya, kinerja dari ketiga lembaga tersebut cukup baik. Namun, sangat disayangkan efekifias kerja mereka kurang maksimal, terutama MKM. Fungsi dan tugas MKM sendiri tidak sesuai dengan fungsi yang semestinya,” tambahnya. Namun, Wahyu tidak sepenuhnya menyalahkan Kabinet, DPM dan MKM terkait rendahnya jumlah presentase yang mengetahui kinerja mereka. “Seharusnya, setiap mahasiswa tidak hanya fokus dalam perkuliahan saja. Akan lebih baik jika mahasiswa juga mengamati kinerja mereka,” terang pria asal Surabaya tersebut. Sedangkan menurut penuturan Pembantu Rektor III mengenai kinerja mereka, dapat ditinjau dari penyerapan dana yang sudah diambil. “Jadi kalau setiap ada kegiatan kan harus mengajukan proposal kegiatan. Nah, itu nanti akan kelihatan dana yang sudah dibagi-bagi. Memang mestinya DPM itu mengontrol kebijakan dan mewadahi aspirasi mahasiswa, MKM harus menyelesaikan pelanggaran Mahasiswa,” ujar Yudi Widagdo saat ditemui di kantor pusat. Ketika disinggung soal angket yang disebar ke seluruh mahasiswa di lima fakultas, Pembantu Rektor III menanggapi banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui tentang kinerja Kabinet, DPM dan MKM. “Diadakan kongres dan hasilnya disusun terbuka agar mahasiswa tahu kalau di kampus ini ada organisasi seperti Kabinet, DPM dan MKM. Ya, semacam sosialisasi terbukalah.”(Ghi)

Data Litbang Spirit Mahasiswa 2013
Kabinet Mahasiswa merupakan wakil yang mewadahi kegiatan-kegiatan di seputar kampus, menjalankan roda organisasi dan membantu merealisasikan aspirasi mahasiswa. Kabinet Mahasiswa dipimpin oleh Presiden Mahasiswa (Presma). Sedangkan, tugas dan fungsi Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai pengontrol kebijakan yang berwenang membuat aturan perundang-undangan atau badan legislatif ditatanan kampus. Selain itu, fungsi dan tugas Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM) adalah mengusut kasus-kasus organisasi intra kampus yang menyalahi aturan hukum, bersangkutan dengan badan yang bertugas mengadili perkara. 

Dari hasil angket yang disebar kepada mahasiswa diseluruh fakultas Universitas Trunojoyo Madura (UTM) terkait kinerja, fungsi dan efektivitas kerja Kabinet, DPM dan MKM, sebagian besar mahasiswa UTM lebih banyak yang tidak mengerti dan tidak tahu-menahu tentang kinerja, fungsi dan efektivitas kerja dari ketiga lembaga tersebut. 

Dari hasil presentase, menunjukkan indikasi ketidakjelasan dari kinerja ketiga lembaga tertinggi ditataran organisasi kemahasiswaan kampus tersebut. Menurut pengakuan Wahyu, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik (FT) saat ditanya Tim Oposisi perihal kinerja mereka, Wahyu menganggap kinerja mereka sampai saat ini biasa-biasa saja. “Kegiatan-kegiatan yang paling vital hanya terlihat pada saat pelaksanaan ormaba, kongres mahasiswa dan pemilu raya,” ujar Wahyu, penggagas UKM Capoeira. “Sebenarnya, kinerja dari ketiga lembaga tersebut cukup baik. Namun, sangat disayangkan efekifias kerja mereka kurang maksimal, terutama MKM. Fungsi dan tugas MKM sendiri tidak sesuai dengan fungsi yang semestinya,” tambahnya. Namun, Wahyu tidak sepenuhnya menyalahkan Kabinet, DPM dan MKM terkait rendahnya jumlah presentase yang mengetahui kinerja mereka. “Seharusnya, setiap mahasiswa tidak hanya fokus dalam perkuliahan saja. Akan lebih baik jika mahasiswa juga mengamati kinerja mereka,” terang pria asal Surabaya tersebut. Sedangkan menurut penuturan Pembantu Rektor III mengenai kinerja mereka, dapat ditinjau dari penyerapan dana yang sudah diambil. “Jadi kalau setiap ada kegiatan kan harus mengajukan proposal kegiatan. Nah, itu nanti akan kelihatan dana yang sudah dibagi-bagi. 

Memang mestinya DPM itu mengontrol kebijakan dan mewadahi aspirasi mahasiswa, MKM harus menyelesaikan pelanggaran Mahasiswa,” ujar Yudi Widagdo saat ditemui di kantor pusat. Ketika disinggung soal angket yang disebar ke seluruh mahasiswa di lima fakultas, Pembantu Rektor III menanggapi banyaknya mahasiswa yang tidak mengetahui tentang kinerja Kabinet, DPM dan MKM. “Diadakan kongres dan hasilnya disusun terbuka agar mahasiswa tahu kalau di kampus ini ada organisasi seperti Kabinet, DPM dan MKM. Ya, semacam sosialisasi terbukalah.”(Ghi)

Top Ad 728x90